English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
"^_^"

Psikologi Perkembangan


Psikologi Perkembangan/perkembangan masa hidup (Life Span Development) merupakan bagian dari ilmu Psikologi yang mempelajari tentang karakteristik perkembangan dan  persoalan-persoalan kontemporer dalam setiap tahapan perkembangan manusia.
Perkembangan masa hidup memiliki 2 macam perspektif atau pandangan :
a.    Pendekatan tradisional (traditional approach) adalah pendekatan yang menekankan perkembangan pada perubahan ekstrim dari lahir hingga masa remaja saja.
b.     Pendekatan masa hidup (the life-span approach) adalah pendekatan yang menekankan pada perubahan perkembangan terjadi selama masa hidup manusia.
Paul Baltes (pakar perkembangan masa hidup), perspektrif perkembangan masa hidup (life-span perspective) mencakup tujuh kandungan dasar yaitu: Perkembangan bersifat seumur hidup, multidimensional, multidireksional, plastis, melekat secara kesejarahan, multidisiplin, dan kontekstual. Berikut adalah penjelasan dari setiap kandungan tersebut.
a.   Perkembangan bersifat seumur hidup.
Tidak ada periode usia yang mendominasi perkembangan hidup. Perkembangan meliputi keuntungan dan kerugian, yang berinteraksi dalam cara yang dinamis sepanjang siklus kehidupan. Sehingga selama proses bertambahnya usia, maka selama itulah proses perkembangan akan terus berjalan.
b.   Perkembangan bersifat multidimensional.
Perkembangan terdiri atas dimensi biologis, kognitif, dan sosial. Dimensi inilah yang dikaji dalam setiap periode perkembangan manusia. Bahkan dalam satu dimensi semacam intelegensi, terdapat banyak komponen, seperti intelegensi abstrak, intelegensi nonverbal, intelegensi sosial, dan lain-lain
c.   Perkembangan bersifat multidireksional.
Beberapa dimensi atau komponen dari suatu dimensi dapat meningkat dalam masa pertumbuhan, sementara dimensi lainnya menurun. Misalnya, orang dewasa akan lebih arif dalam berpikir mengingat pengalaman yang banyak, tetapi disisi lain ia merasa mudah lelah jika malakukan pekerjaan berat.
d.   Perkembangan bersifat lentur (plastic).
Bergantung pada kondisi kehidupan individu, perkembangan terjadi melalui banyak cara yang berbeda. Sehingga manusia satu dan lainnya belum tentu memiliki proses perkembangan yang sama. Misalnya, kemampuan penalaran orang dewasa dapat ditingkatkan melalui pelatihan dan orang dewasa lainnya melalui pengalaman pribadi.
e.   Perkembangan melekat secara kesejarahan.
Perkembangan dipengaruhi oleh faktor sejarah dimana individu hidup. Seorang berusia 40 tahun mengalami depresi berat akibat perang dunia pertama, akan berbeda dengan seorang berusia 40 tahun mengalami depresi pada waktu sekarang ini.
f.    Perkembangan dipelajari oleh berbagai multidiplin.
Para pakar psikologi, sosiologi, antropologi, neurosains, dan peneliti kesehatan semuanya mempelajari perkembangan manusia dan berbagi persoalan untuk membuka misteri perkembangan masa hidup manusia.
g.   Perkembangan bersifat kontekstual.
Perkembangan manusia mengikuti konteks yang meliputi linkungan, sosial, kebudayaan, dan lain-lain. Sehingga individu dilihat sebagai makhluk yang sedang berubah di dalam dunia yang sedang berubah.
Mempelajari perkembangan masa hidup atau psikologi perkembangan bertujuan agar seseorang mendapatkan gambaran dan informasi tentang siapa dan bagaiamana dirinya dapat seperti ini, kemana masa depan akan membawanya, dan bagaimana dia bisa mengelola dirinya untuk memenuhi tugas-tugas perkembangan direntang usianya.


(Santrok, John W. 2002. Life Span Development: Perkembangan Masa Hidup, Edisi 5 Jilid 1. Jakarta: Erlangga)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar