English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
"^_^"

SEKILAS TENTANG EMOSI

Dalam keseharian, sering kita temui setiap orang marah selalu dikatakan "sedang emosi", atau jika ada orang yang suka marah sering dikatakan "emosional". Sebenernya nggak salah, tapi nggak bener juga. Bingung? ketimbang bingung, yuk kita share sedikit soal EMOSI.

Emosi sendiri merujuk pada suatu perasaan dan pikiran-pikiran khasnya, suatu keadaan biologis dan psikologis, dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak. Dalam makna harfiahnya, emosi didefinisikan sebagai setiap pergolakan pikiran, perasaa, nafsu, setiap keadaan mental yang hebat atau meluap-luap.

Emosi sendiri dikelompokkan dalam golongan-golongan besar kecenderungan perasaan, seperti :
  • Amarah ; mengamuk, benci, marah besar, jengkel, tersinggung dsb.
  • Kesedihan ; sedih, muram, kesepian, putus asa, dan kalau menjadi patologis depresi berat dsb.
  • Rasa takut ; cemas, gugup, waspada, tidak tenang, dan jika menjadi patologis adalah fobia dsb.
  • Cinta ; penerimaan, rasa dekat, kasmaran, kasih dsb.
  • Terkejut ; terkejut, terkesiap, terpana.
  • Malu ; rasa salah, sesal, hina dsb.

Ciri utama pikiran emosional :
  • Respon yang cepat tapi ceroboh. Hal ini sering terjadi karena lebih seringnya pikiran emosional jauh lebih cepat daripada pikiran rasional.
  • Perasaan muncul terlebih dulu, baru kemudian muncul pemikiran.
  • Realitas simbolik yang seperti kanak-kanak. Akal emosional menganggap keyakinannya secara mutlak adalah benar, dengan demikian meremehkan setiap bukti yang menentangnya.
  • Masa lampau diposisikan sebagai masa sekarang.
  • Realitas ditentukan oleh keadaan. Bekerjanya akal emosional itu sebagian besar ditentukan oleh keadaan perasaan yang menonjol saat itu.

Emosi timbul karena adanya suatu perubahan yang tiba-tiba pada suatu situasi dan individu yang bersangkutan tidak mampuu menguasai perubahan tersebut. Emosi mempengaruhi keseluruhan manusia. Adapun beberapa hal yang menjadi penyebab munculnya gangguan/rusaknya emosi, antara lain :
* Pengalaman traumatik
* Pola asuh keluarga yang salah
* Proses belajar yang kurang tepat
* Lingkungan

Perbedaan mendasar antara emosi dan perasaan adalah emosi berlangsung tidak lama, sedangkan perasaan dapat berlangsung untuk waktu yang lama. Hal ini disebabkan antara lain :
1. Emosi adalah reaksi terhadap kejadian-kejadian diluar kita, dan ini tidak berlaku untuk semua perasaan.
2. Emosi menguasai kita, perasaan tidak.
3. Emosi adalah reaksi terhadap kejadian-kejadian yang berarti vital terhadap kita, sedangkan perasaan tidak.

Kita  kadang cenderung menghindari emosi yang dianggap menyakitkan. Padahal dalam kenyataannya, tidak semua emosi itu menyakitkan. Bahkan sebenarnya emosi yang menyakitkan diperlukan asal kita tahu apa maknanya, yang sebenarnya merupakan panggilan untuk bertindak. Semua juga tergantung bagaimana kita menghadapinya. Ada cara yang benar dan yang salah dalam menghadapi emosi. Cara yang benar bersifat menguatkan, sedangkan cara yang salah bersifat melemahkan. Beberapa cara yang bisa dilakukan dalam menghadapi emosi, adalah :
1. Menghilangkan rasa takut untuk gagal
2. Menghilangkan rasa takut ditolak
3. Menemukan makna positif dibalik berbagai emosi yang timbul
4. Tidak mengingkari atau melarikan diri dari emosi
5. Tidak membasar-basarkan emosi (lebay)
6. Memanfaatkan emosi sebagai kekuatan tanpa batas
7. Mengerjakan yang terbaik untuk saat ini
8. Menggunakan emosi secara proporsional
9. Mengendalikan emosi dengan cara yang tepat

Langkah yang efektif atau strategi yang dapat digunakan untuk menguasai emosi dengan cepat untuk mengubah persepsi dan tindakan merugikan menjadi bermanfaat. Kita harus tahu keuntungan dari emosi yang kita miliki. Dengan demikian, kita akan berhasil membentuk masa depan yang berhasil dengan mengambil pelajaran dari emosi yang kita rasakan serta menghapus segala kesedihan dan penderitaan. Langkah itu, antara lain :
1. Mengenali apa yang kita rasakan
2. Menghargai emosi
3. Memahami pesan yang diberikan oleh emosi
4. Memiliki kepercayaan dan belajar dari pengalaman
5. Bersemangat dalam mengambil tindakan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar